STRATEGI PEMILIHAN SUPPLIER YANG TEPAT PADA INDUSTRI PULP & PAPER
DOI:
https://doi.org/10.52759/Keywords:
Analytical Hierarchy Process, Kriteria, Pemilihan SupplierAbstract
Salah satu Industri pulp & Paper di Banten membedakan beberapa supplier atas kerja sama kontrak tetap untuk bahan baku utama dan kontrak tidak tidak tetap untuk bahan baku penunjang. Kerja sama dengan kontrak tidak tetap sering kali menimbulkan permasalahan seperti keterlambatan pengiriman, spesifikasi barang dan jumlah barang tidak sesuai yang dipesan. Dikarenakan perusahaan dalam memilih supplier untuk kontrak tidak tetap masih menggunakan cara pilih konvensional dengan penentuan kriteria hanya berdasarkan harga dan kualitas barang, tetapi tidak berdasarkan pertimbangan kriteria yang lain atau yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Hal ini seringkali menggaggu berjalannya kegiatan proses produksi. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk memecahkan persoalan yang terjadi sebagai strategi menentukan kriteria dan supplier yang tepat. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) diperoleh Nilai prioritas kriteria Price adalah 0,18; Delivery adalah 0,41; Quality adalah 0,28; dan Responsivness adalah 0,13. Dari hasil pembobotan perbandingan pada level hirarki kriteria didapatkan bahwa nilai prioritas terbesar ada pada kriteria delivery sebesar 0,41. Dengan supplier terbaik adalah PT. A dimana mendapatkan nilai pembobotan sebesar 0,41; sedangkan dua supplier lainnya yaitu PT. B mendapat nilai pembobotan sebesar 0,36 dan PT. C sebesar 0,22.



