PENENTUAN KADAR BESI DAN SENG DENGAN MENGGUNAKAN METODA INDUCTIVELY COUPLED PLASMA- ATOMIC EMISSION SPECTROCOPY PAD
DOI:
https://doi.org/10.52759/Keywords:
Air, Fe, Zn, ICP-AESAbstract
Air merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak, sehingga perlu dilindungi agar dapat bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya. Kota Batam merupakan salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki jenis tanah yang tidak dapat menyimpan air dengan baik sehingga menggunakan waduk buatan sebagai penampung air hujan. Akibat limbah dari kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain yang berdampak negatif terhadap sumber daya air. Maka dilakukan pengujian kadar Besi dan Seng pada air waduk di kota Batam. Logam Besi dan Seng merupakan logam yang dibutuhkan oleh organisme dalam jumlah yang relatif sedikit. Metoda yang digunakan pada pengujian ini yaitu Inductively Coupled Plasma - Atomic Emission Spectrocopy (ICP – AES. Hasil pengujian kadar Besi pada waduk Duriangkang 0,2339 ppm, waduk Sei Harapan 0,0299 ppm, waduk Mukakuning 0,0292 ppm, waduk Sei Nongsa 0,4168 ppm, waduk Rempang 0,0001 ppm, waduk Tembesi 0,0420 ppm, waduk Sei Ladi 0,0588 ppm. Kadar Seng pada waduk Duriangkang 0,0083 ppm, waduk Sei Harapan 0,0554 ppm, waduk Mukakuning 0,0083 ppm, waduk Sei Nongsa 0,0004 ppm, waduk Rempang 0,0083 ppm, waduk Tembesi 0,0083 ppm, waduk Sei Ladi 0,0211 ppm. Ini menunjukkan air waduk telah memenuhi persyaratan kualitas air kelas 1 yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No. 82 tahun 2001 kecuali waduk Sei Nongsa untuk parameter Besi (Fe) dan waduk Sei Harapan untuk parameter Seng (Zn).



