ANALISIS PENENTUAN KOAGULAN DAN DOSIS OPTIMUM PADA PROSES KOAGULASI–FLOKULASI DALAM PENGOLAHAN AIR
DOI:
https://doi.org/10.52759/sainti.v22.i1.62Keywords:
koagulasi, flokulasi, jar test, turbiditas, PAC, tawasAbstract
Penurunan kualitas air merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang semakin meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan aktivitas industri. Air limbah yang dihasilkan dari aktivitas domestik maupun industri mengandung berbagai kontaminan seperti partikel tersuspensi, bahan organik, serta senyawa kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu metode yang banyak digunakan dalam pengolahan air adalah proses koagulasi–flokulasi yang bertujuan untuk menghilangkan partikel koloid dan zat tersuspensi melalui penambahan bahan kimia koagulan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis koagulan yang paling efektif serta menentukan dosis koagulan optimum dalam proses pengolahan air. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium melalui uji jar test dengan dua jenis koagulan yaitu tawas (Al₂(SO₄)₃) dan Poly Aluminium Chloride (PAC). Variasi dosis koagulan yang digunakan adalah 10, 20, 30, 40, dan 50 mg/L. Parameter yang dianalisis meliputi turbiditas, pH, Total Suspended Solid (TSS), dan Total Dissolved Solid (TDS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan dosis koagulan meningkatkan efisiensi penurunan turbiditas hingga mencapai dosis optimum pada 30 mg/L. Pada dosis tersebut, PAC menunjukkan efisiensi penurunan turbiditas lebih tinggi dibandingkan tawas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis koagulan dan dosis optimum sangat berpengaruh terhadap efektivitas proses pengolahan air.


