Analisis Kehilangan Inti Sawit Pada Alat Claybath di PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.52759/sainti.v22i2.48Keywords:
kehilangan kernel, claybath, inti sawit, CaCO3, pabrik kelapa sawitAbstract
Pengolahan kelapa sawit bertujuan menghasilkan minyak sawit mentah dan inti sawit sebagai produk bernilai ekonomi tinggi. Salah satu permasalahan utama pada stasiun pengolahan inti adalah kehilangan inti sawit (kernel losses) yang terjadi pada unit claybath. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kehilangan inti sawit sebagai indikator kinerja alat claybath di PT. XYZ yang belum pernah dilakukan secara kuantitatif serta untuk menilai efektivitas dosis CaCO3 di claybath. Pengambilan data dilakukan selama 30 hari di unit nut dan kernel, dengan interval pengambilan sampel setiap dua jam setelah proses produksi dimulai. Sampel keluaran claybath ditimbang dan dipisahkan menjadi beberapa fraksi untuk menghitung persentase kehilangan kernel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kehilangan kernel di claybath sebesar 2,08%, dengan nilai berkisar antara 0,11% hingga 9,05%. Kehilangan tertinggi terjadi akibat kejenuhan larutan dan gangguan proses pemisahan. Secara umum, nilai kehilangan kernel masih berada di bawah standar maksimum pabrik sebesar 3%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kinerja alat claybath di PT. XYZ masih tergolong baik dan dosis penambahan CaCO₃ sebanyak 1800 kg per hari efektif dalam menekan kehilangan inti sawit.

