PERSENTASE PENURUNAN KADAR β–KAROTEN PADA PENGOLAHAN MINYAK GORENG CURAH DAN KEMASAN

Authors

  • Dwimaryam Suciati Program Studi Analisis Kimia, Politeknik ATI Padang, Bungo Pasang-Tabing, Padang 25171 Indonesia Author
  • Chessia Nodifa Putri Program Studi Analisis Kimia, Politeknik ATI Padang, Bungo Pasang-Tabing, Padang 25171 Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.52759/

Keywords:

β-karoten, CPO, RBD Olein, minyak goreng

Abstract

β-karoten adalah bentuk provitamin A yang paling aktif. β-karoten memiliki sifat kimia yang mirip dengan vitamin A, yaitu sensitif terhadap oksigen, cahaya, dan panas. Oksidasi β karoten merupakan penyebab utama berkurangnya kadar β-karoten dalam bahan pangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah CPO (Crude Palm Oil), BPO (Bleached Palm Oil), RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil), dan RBD Olein (Refined Bleached Deodorized olein) pada pengolahan CPO menjadi minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan. Metoda yang digunakan adalah spektrofotometri. Penelitian ini dilakukan untuk menguji kandungan kadar β-karoten pada tiap sampel selama proses pengolahan tersebut. Perbedaan antara minyak goreng curah dan minyak goreng kemasan terletak pada bahan baku, waktu pengolahan, dan bahan pendukungnya. Tahapan proses pengolahan minyak goreng curah dan kemasan terdiri dari bleaching, deodorizing, dan fraksinasi. Kadar β-karoten pada CPO curah berkisar antara 432,1156-434,9257 ppm dan CPO kemasan berkisar antara 490,0259-491,9635 ppm. Sementara, pada hasil fraksinasi didapatkan kadar β-karoten RBD Olein curah 5,4714-6,8757 ppm dan RBD Olein kemasan 15,3098-16,8184 ppm. Jadi, selama proses pengolahan minyak goreng curah dan kemasan terjadi penurunan kadar β-karoten berturut-turut sekitar 98,5558% dan 96,7456%.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Erawati, C. M. 2006. Kendali Stabilitas Β karoten Selama Proses Produksi Tepung Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.). [tesis] Jurusan Ilmu Pangan Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Fretes, H.D., A.B. Susanto, Budhi Prasetyo, dan Leenawaty Limantara. 2012. Karatenoid dari Makroalgae dan Mikroalgae:Potensi Kesehatan Aplikasi dan Bioteknologi. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan Vol. 23 No. 2.

Gama, J.J.T., Stylos, C.M. 2005. Major carotenoid composition of Brazilian Valencia orange juice: Identification and quantification by HPLC, Department of Food and Nutrition. FCF-UNESP. pp. 14801-14902.

Gubta, S. S., dan Ghosh, M. 2013. In Vitro Antioxidant Evaluation of Alfa and Beta Carotene, Isolated from Crude Palm Oil. Journal of Analytical Methods in Chemistry. (2013): 1-10.

Henry, C.J.K., and Chapman, C., 2002. The Nutritions Handbook for Food Processors. New Wahington: CRC Press. York

Hock-Eng, K., Prasad, K. N., Kin-Weng, K., Jiang Y., dan Ismail, A. 2011. Carotenoids and Their Isomers: Color Pigments in Fruits and Vegetables. J. Molc., 16, 1710 1738.

Lindqvist A, Anderson S. 2002. Biochemical properties of purified recombinant human beta-karoten 15,15’ mono-oxygenase. The Journal of Biol Chem 277 no. 26 p 23942-23948.

Meiliana, Roekistiningsih dan Endang Sutjiati. 2014. Pengaruh Proses Pengolahan Daun (Manihot Dengan Terhadap esculenta Berbagai Singkong Crantz) Perlakuan Kadar β Karoten. Indonesian Journal of Human Nutrition Volume 1 Edisi 1 : 23 – 34.

Downloads

Published

2019-12-31

Issue

Section

Articles