ANALISIS BEBAN KERJA FISIK OPERATOR PADA BAGIAN PROSES PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN FISIOLOGIS PADA INDUSTRI AIR MINUM DALAM KEMASAN
DOI:
https://doi.org/10.52759/Keywords:
Beban Kerja, Energy Expenditure, Konsumsi Energi, Nordic Body MapAbstract
Salah satu Industri yang bergerak dalam bidang Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) di Sumatera Barat dalam proses produksinya banyak melibatkan tenaga kerja atau operator produksi antara lain bagian pengisian air, packing dan angkat. Melalui wawancara kepada beberapa pekerja didapatkan pekerjaan pengisian air, packing dan angkat relatif lebih berat dibandingkan pekerjaan lainnya. Untuk mengukur beban kerja fisik operator maka akan digunakan dua metode secara objektif, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung serta menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui keluhan penyakit. Setelah melakukan pengukuran didapatkan hasil penelitian pada Energy Expenditure rata-rata nilai dari pekerjaan pagi adalah 8,65 kkal/menit (beban kerja berat) dan pada pekerjaan siang adalah 11,74 kkal/menit (beban kerja sangat berat). Rata-rata nilai konsumsi energi 3,92 kkal/menit dan belum melewati batas standar konsumsi energi untuk laki-laki yaitu 5 kkal/menit. Pada perhitungan persen CVL operator didapatkan rata-rata persen CVL 41,69% yang berarti diperlukan perbaikan kondisi kerja. Berdasarkan kuesioner NBM disimpulkan jika keluhan tertinggi adalah pada bagian bahu kiri, bahu kanan, lengan bawah kiri, lengan bawah kanan, betis kiri, betis kanan, kaki kiri dan kaki kanan dimana pada bagian tersebut ialah bagian yang langsung berhubungan dengan posisi kerja operator.
Downloads
References
Anggi, Muhammad. 2019. Analisis Beban Kerja Operator Pada Bagian Pembongkaran Bahan Baku Karet Dengan Menggunakan Pendekatan Fisiologis Pada PT. Batanghari Barisan Padang. Karya Tulis Akhir. Politeknik ATI Padang.
Desriyanti, Novia. 2016. Analisis Beban Kerja Fisik Operator Produksi Di Pabrik Roti Pryangan Bakery. Karya Tulis Ahir. Politeknik Ati Padang. Jalajuwita, Rovanaya & Paskarini. 2015. Hubungan Posisi Kerja Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Unit Pengelasan PT. X Bekasi. The Indonesian Journal Occupational Safety And Health. 4(1): 33-42.
Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor: KEP–51/MEN/I999. Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja. Menteri Tenaga Kerja Tahun 1999.
Mutia, Mega. 2014. Pengukuran Beban kerja Fisiologis dan Psikologis Pada Operator Pemetikan Teh Dan Operator Produksi Teh Hijau Di PT Mitra Kerinci. Jurnal Optimasi Sistem Industri. 13(1): 503-517.
Renaldi, Rikky. 2019. Pengukuran Beban Kerja Fisiologis Operator Di Bagian Gudang Produk Jadi Pada PT Agrimitra Utama Persada. Karya Tulis Akhir. Politeknik Ati Padang.
Tarwaka, dkk. 2004. Ergonomi untuk Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press.
Widodo, Sarwo. 2008. Penentuan Lama Waktu Istirahat Berdasarkan Beban Kerja Dengan Menggunakan Pendekatan Fisiologis. Tugas Akhir. Universitas Muhammadiyah, Surakarta.



