PENETAPAN KADAR ZAT AKTIF N,N-DIETHYL-META TOLUAMIDE (DEET) DALAM PRODUK SOFFELL SPRAY LOKAL DAN EKSPOR SECARA KROMATOGRAFI GAS
DOI:
https://doi.org/10.52759/Keywords:
Soffell Spray, Kromatografi, DEET, Nyamuk, Zat aktifAbstract
Soffell adalah produk penolak nyamuk dalam bentuk lotion dan spray. Soffell dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan efektivitas perlindungan mencapai 8 jam karena mengandung DEET di dalamnya. Penetapan kadar zat aktif DEET dalam produk Soffell Spray digunakan metode kromatografi gas. Kromatografi gas adalah metode pemisahan suatu campuran menjadi komponen-komponen penyusunnya berdasarkan interaksi fasa diam dan fasa gerak. Fasa diam yang digunakan yaitu kolom dimethyl polysiloxane sedangkan fasa geraknya yaitu gas N2. Digunakan gas N2 karena bersifat inert (tidak bereaksi dengan analit) juga mudah diperoleh dan murah. Pada kromatografi gas ini, kolom yang digunakan yaitu kolom RTX-1 yang berisi dimethyl polysiloxane. Sistem injeksi yang digunakan yaitu split injector untuk sampel yang memiliki konsentrasi tinggi. Volume sampel yang masuk hanya yang dibutuhkan saja sedangkan sisanya dibuang. Detektor yang digunakan yaitu FID (Flame Ionization Detector) sehingga membutuhkan gas H2 sebagai gas pembakar dan O2 sebagai pengoksidasi untuk menghasilkan flame. Kadar zat aktif DEET yang didapatkan dari produk Soffell Spray berturut-turut yaitu untuk Soffell Bunga Geranium 12,815 %, 12,518 %, 12,543 % dan Floral Spray 11,900 %, 12,043 %, 12,067 %. Hasil analisa yang didapat dari produk Soffell Spray masih masuk dalam standar spesifikasi perusahaan yaitu untuk Soffell Bunga Geranium 11,97-13,78 % dan Floral Spray 11,05 12,72 %.
Downloads
References
Ansel, H. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi IV. Jakarta: Universitas Indonesia.
Arfiyah. 2012. Laporan Praktikum GC. Didownload di http://academia.edu.com// pada 17 Desember 2014
BPOM. 2009. Bahayakah DEET pada Insect Repellent? Info POM. Vol 10. No 5. Hal 5-8.
Frances , P. 2006. Efficacy AND Safety of Repellents Containing Deet. Pp. 319 in Insect Repellents, Principles, Methode and Uses. (M. Debboun, P. Frances, and D. Strickman, eds). Boca Raton: CRC Press.
Lotion or Spray. 2010 (cited at January 2011). Website http://www.sawyer.com/faqtopical.h tm. tanggal akses 11 Januari 2011. Massachusetts Department of Public Health (MDPH). 2008. Mosquito Repellents.
Mustanir dan Rosnani. 2008. Isolasi Senyawa Bioaktif Penolak (Repellent) Nyamuk dari Ekstrak Aseton Batang Tumbuhan Legendi (Vitex trifolia). Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala.
Soedarto. 1992. Entomologi Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Halaman: 59-61 & 102.
Syed Z and Leal WS.2008. Mosquito Smell and Avoid the Insect Repellent DEET, PANS : 2008 : 105(36).p 13598-13603
Watson, D.G. 2005. Analisis Farmasi Edisi kedua. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran.



